Wednesday, November 9, 2011

Suami marah, sering kata nak usir aku dari rumah

ebut saja namaku sn,aku menikah dengan sw diusia yg sangat muda aku16th dan sw 20th.diusia itu q sudah menikah dan aku termasuk orang yg beruntung walapun q menikah muda tapi kehidupan q berjalan normal2 saja,karena kedua orang tua kami orang yg cukup sukses jadi masalah ekonomi bukan hal yg sulit bagi kami.dulu q menikah dgn sw atas dasar suka sama suka walaupun ortuku sempat ngelarang tapi kita tetap jalan terus.singkat kata rumah tanggaku termasuk rumah tangga yang indah walaupun sering terjadi pertengkaran2.q orang yang tidak pernah menuntut ini itu pada suami,sekarang anakku sudah 2 cewek semua 1sudah smp dan yang 1, sd kelas 2 tapi hampir sudah 3 tahun rumah tanggaku makin kacau bukan masalah orang ke3.melainkan perbedaan yang kami alami .

suamiku adalah orang yang keras kepala dan tiap kali q ngomong q ngak pernah bener dia selalu menuntut q agar q bisa mempunyai penghasilan sendiri tanpa harus melibatkan uang kami berdua.dan hasilnya q kerja ikut ortuku mengurusi bisnis keluarga kami dan q sudah melaksanakan alhamdullilah q mulai bisa belajar menangani bisnis itu.dan kalau dipikir2 sekarang q jadi lebih enjoy dgn hidup q. dulu hanya menangani usahaku,kini q mengurusi bisnis ortuku dan q jadi banyak teman.perlu diketahui ayahku kini sakit dan dirawat di sebuah rs di surabaya memang ayahku sudah sering keluar masuk rs dan setiap kali itu pula q harus bertengkar dengan suamiku karena tiap kali q ajak nenggok ayahku dia pasti banyak alasan,awalnya aku agak marah dengan kenyataan tapi lambat laun q sudah bisa nerima kalau suamiku seperti itu jadi sekarang dia kalau mut ya mau nenggok kalau enggak ya enggak.suamiku orangnya gk pernah menghargai pemberian ortuku.dan q orang yang selalu terpojok,soalnya lambat laun ortuku tahu keadaan itu dan ortuku.marah dengan hal itu. dan kalau ku pikir2 kalau q nurut suamiku q jadi ngak akur dengan ortuku, tapi kalau nurut ortuku aku ngak akur dengan suamiku.suamiku ngk pernah mau ke tempat ortuku kalau ngak hari raya itupun harus geger dulu di rumah sebelum berangkat.q selalu mendidik anak2ku untuk berpuasa tapi suamiku dia ngk pernah mau berpuasa kadang anak2ku protes wong ayah ngk puasa kok q di suruh puasa tapi setelah ku beri penjelasan akhirnya anakku mengerti.suamiku sering berkata2 kasar padaku dia kalau marah sering ngusir2 aku dari rumah.dan sudah beberapa kali ia berkata kita cerai saja soalya ia sudah ngak betah hidup dengan aku.kadang aku berfikir aku ya sakit hati kalau dia ngomong seperti itu tapi aku berubah fikiran kalau ngelihat anak2ku ngelihat ortuku yang sudah sakit2an.padahal tiap dia butuh modal untuk menambah usahanya selalu q yang cari tambahan modal tersebut dari ortuku.kini q binggung,sbaikya q gimana tiap kali q ngomong dia pasti marah2.tiap kali q ditanya ortuku q selalu bilang kami baik2 saja kadang sempat dia nanya kalau kamu punya kerjaan dia kok ngak pernah mbantu itu bagaimana dan q selalu menutupi kejelekanya.suamiku kalau aku ada kerja'an dia ngk mau mbantu tapi kalau ada hasil dia ikut nikmati hasilnya.aku berjuang mati2an agar rumah tanggaku tetap utuh tapi q juga ngk munafik kadang aku juga goyah karena aku sakit hati tiap kali suamiku ngomong ingin cerai.pernah dia ngomong dia ngk penggen punya isti pinter masak tapi dia penggen ounya istri yang pintar cari uang entah aku jadi pembantu atau aku jadi tki.aku kadang malah nyaman ngomong dengan anak buahku dari pada suamiku sendiri.dan dari anak buahku tadi aku tahu bukan aku saja yang takut ngomong sama suamiku tapi dia juga ngomong takut bicara dengan suamiku katanya takut salah ngomong.

No comments:

Post a Comment