Thursday, November 10, 2011

Tekanan dari suami dan keluarga mertua

Ass. saya seorang isteri yang kini statusnya tidak jelas, sekitar 2 bulan yang lalu saya dan anak-anak meniggalkan rumah kami, karena saya sdh tidak sanggup lagi hidup dalam tekanan baik suami maupun keluarganya. saya merasa bahwa selama ini suami tidak mengahargai saya dan juga keluarganya, dan hak saya serta anank2 terhadap harta yang kami miliki tidak ada. bila suami tidak berada di tempat, abang-abangnya yang berwenang terhadap mobil yang dimiliki oleh suami. mkn maksud suami supaya anak saya bisa di bawa jalan2 dengan mobil karena saya tidak bisa nyetir. namun pada kenyataannya abangnya tidak pernah membawa jalan anak2 saya, dia datang menjemput kami setelah dia bersama keluarganya jalan-jalan,kami di jemput hanya untuk di bawake rmh mertua yang tidak jauh dari rumah kami. Pada hal di rmah kami ada carport, sedangkan selama suami keluar kota mobil di tangan abangnya dan mobil di parkir di perkarangan rumah orang.

Saya juga sangat kecewa dengan suami yang setiap ada masalah selalu mengadu ke abag dan ibunya.. dan selalu tidak berusaha menyelesaikan masalahnya. Saya sanagat kecewa denan mertua saya yang selalu ikut campur dalam masalah rumah tangga kami. Sebenarnya masalah yang saya hadapi sudah sangat kompleks. Apalagi keluarga suami kalau bicara sering melukai perasaaan saya ,saya diam aja.. Dan selama menikah saya sering sakit-sakitan karana tertekan dengan keadaan saya.

Dan juga masalah rezeki, suami saya kalo dapat rezeki memberitahukan kepada ibu,bapak n abangnya, membeli sesuatupun seperti rumah, mobil dan lain-lain tidak kompromi dengan saya, semuanya dia diskusikan dengan ibu dan abang2 abangnya. sakit hati saya. saya merasa tidak memiliki peranan dalam kehidupan rumah tangga ini. Terhadap anak2, suami lebih perhatian pada keponakannya. Dan suami sangat tidak suka dengan adik2 saya. Selama saya menikah 4tahun lebih, saya tidak pernah tahu berapa penghasilan suami. Untuk belanja hari-hari suami yang belanja.

Semua asset yang ada, adalah atas nama suami, alasannya simple karena semuanya hasil dari kerja kerasnya, walaupun ada sedikit uang saya di sana. Perlu diketahui bahwa sebelum menikah suami tidak memiliki apa-apa, saya yang memiliki kereta yang kemudian diklaim oleh keuarga dan dia sebagai kereta suami. Semua harta yang dimiliki suami ada setelah dia menikah dengan saya.

Sekarang hampir dua bulan sudah saya dan anak2 berpisah adri dia. tidak pernah sekalipun suami menghubungi anak2, menanyakan kabar mereka. Dan saya sudah tidak dinafkahi lagi, tapi untuk anak-anak ada hanya untuk beli susu dan jajan aja. Duit tersebut sekarang hampir habis, dan tidak ada niat saya untuk meminta padanya.

Jujur saya meminta cerai dari suami, karena sudah tidak sanggup bertahan lagi dengan suami. Namun sampai detik ini tidak ada niat baik dari suami untuk selesaikan masalah kami. Saya asangat tahu sifat suami.

Saya tahu suami tidak mau mengeluarkan duit untuk membawa perkara ke pengadilan, dan dia juga tidak mau ada pembagian harta gono-gini. Bagi saya yang penting adalah anak-anak berada dalam pengasuhan saya.

Saya juga menyadari bahwa saya buakanlah istri yang baik baginya, dan saya juga ungkapkan perasaan saya agar suami menikah lagi,tapi saya diceraikan. Apa yang harus saya lakukan, saya ingin status saya jelas dan tidak ada keinginan bagi saya untuk rujuk kembali dengan suami. Perlu diketahui bahwa tidak ada lelaki lain atau perempuan lain dalam kehidupan kami.

Yang ada hanyalah keluarga suami terlalu ikut campur dalam rumah tangga kami.

Atas jawabannya terimakasih

No comments:

Post a Comment